Friday, 13 September 2013

Waiting...........

Hai girlssss~ Kali ini gue mau ngebahas soal hal yang benar-benar membosaaaaaankan diduniaaa~ Yaa pasti taulah ya~ Yap! "M.E.N.U.N.G.G.U", 1 kata terdiri dari 8 huruf, yang bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti bosan, lelah, bahkan sampai yang namanya GALAU! Tapi disini, kata "menunggu" yang gue maksud bukan cuma sekedar menunggu si doi, tapi, menunggu angkot :| Pernah engga sih kalian berfikir kalau nunggu angkot hampir sama kayak nunggu si doi? Efeknya sama-sama MELELAHKAN dan MEMBOSANKAN. Bahkan ada beberapa temen-temen gue yang biasa menunggu datengnya angkot 06 merah jurusan kampung tengah, sanking lamanya, sampe ada yang ngerasa galau*lohlebay-_-v, dan kalo dia sampe kelewatan angkot itu ekspresinya bener-bener sampe histeris, kayak dia ngeliat gebetannya lagi boncengan sama cewek lain gitu*ehh ;p

Awal mula gue bisa kepikiran kayak gini tuh, sewaktu gue dan temen sekelas sekaligus temen satu organisasi, lagi nunggu angkot yang akhir-akhir ini engga tau kenapa angkot itu datengnya lama banget, dan sekalinya ada, angkot itu malah penuh atau bahkan pernah sampe kelewatan :") 
Jadi, langsung aja nih kesamaan yang gue maksud itu: 
  • Pertama, Ketika lo udah nunggu angkot lamaaaaa bangettt, dan dari kejauhan lo liat angkot itu, hati lo pasti udah seneng banget kan? Tapi pas angkot itu udah deket, ternyata angkot itu malah penuh. Gimana tuh rasanya? Nyesek banget kan?! Nah itu sama aja kayak lo udah nunggu doi buat peka lamaaaaa bangettt, tapi ketika doi udah peka sama perasaan lo, ternyata si doi udah punya pacar. Umm... Taulah ya, gimana rasanya~ Syalala~ 
  • Kedua. Ketika lo udah lelah gegara angkot yang lo tunggu lamaaaaa bangettt, akhirnya lo memutuskan sambil nunggu angkot, lo jalan pelan-pelan. Lalu lo engga sadar, kalo dibelakang sebenernya ada angkot yang daritadi lo tunggu, alhasil kelewatan dan pas lo liat dari kejauhan sebenernya angkot itu kosong. Itu sama aja kayak lo udah PDKT sama doi lamaaaaa bangettt, sanking lamanya, lo sampe berfikir hopeless. Lo berfikir doi gak peka sama perasaan lo atau doi itu engga ngerespon lo, jadinya lo memutuskan untuk pelan-pelan move on. Tapi sebenernya lo itu belum bisa move on, baru sekedar "mau" aja. Karena lo engga sadar kalo sebenernya doi itu udah peka sama perasaan lo, lalu doi ngeliat dari gerak-gerik lo seperti orang layaknya udah bisa move on, akhirnya doi engga jadi "nembak" lo dan doi nyari sasaran baru. Setelah lo liat doi udah dapet sasaran baru, lo baru sadar dari temen deketnya doi yang cerita ke elo kalo doi itu sebenernya ngerespon lo, dan lo udah taunya pas doi udah sama yang lain. Nyesek engga tuh? BANGET!  
Tapi Tuhan maha adil, setelah ada kecewa pasti ada bahagia. Begitu pun setelah ada menunggu, pasti ada yang datang, kalo pun orang yang datang itu bukan orang yang lo harapin, mungkin orang yang baru datang kekehidupan lo itu memang yang terbaik buat lo. Gue percaya, pasti Tuhan udah mempersiapkan rencana yang terbaik buat umatnya. Ingat! jodoh itu engga akan kemana breh~ Kalo kata lagunya Afgan, jodoh pasti bertemu~

Umm.. Contohnya nih ya, ketika lo sakit hati karena udah nunggu angkot lamaaaaaa bangettt dan ternyata angkot itu penuh, engga ada tempat buat lo. Setelah itu biasanya engga lama dateng angkot dengan jurusan yang sama lagi, walau itu bukan angkot yang sebelumnya, yaa seenggaknya mungkin kita dapet angkot yang agak spesial-lah~ Misalnya angkot itu lagi kosong, engga ada penumpangnya sama sekali. Jadi lebih legakan?! 
Nah sama aja ketika lo udah bener-bener kecewa banget karena lo udah nunggu lamaaaaa bangettt buat doi peka sama perasaan lo, dan ternyata sebenernya doi udah punya pacar. Pasti setelah itu cepat atau lambat, akan datang orang baru yang bener-bener nyediain seluruh hatinya cuma buat lo, setelah keluarganya. Gimana tuh rasanya?;)

Intinya sih seperti apapun problem lo dalam hal "menunggu", kalo lo sabar dan dibarengi dengan usaha dan doa, pasti semuanya bakal indah pada waktunya :)

Sunday, 25 August 2013

Tak ada lagi, kamu; sesosok yg kuanggap semu

Mungkin, dulu aku tak benar-benar mencintaimu. Menyayangimu saja tidak, apalagi memasukanmu kedalam daftar orang yang paling berharga dalam hidupku. Aku tak pernah merasakan detak jantungku berdebar kencang ketika bersamamu, ya, lagi-lagi karena aku tak mencintaimu. Perkenalan kita begitu singkat, hanya beberapa kali pertemuan, lalu kau mengutarakan isi hatimu padaku, dan memintaku untuk menjadi satu-satunya yang ada dalam hidupmu. Tanpa berfikir panjang aku menerima permintaanmu. Dengan asal menjawab, tanpa memikirkan perasaanmu kedepannya nanti. 

Aku tak pernah mempedulikanmu! Aku tak pernah mau tau bagaimana kabarmu! Aku hanya betingkah seolah-olah menjadi kekasihmu. Aku berpura-pura bahagia bersamamu, lalu apa sebenarnya yang kurasakan? Yang kurasakan dari genggamanmu, pelukanmu, senyumanmu, itu hanyalah semu bagiku. Bahkan, ketika kau menatapku serius, yang kurasakan itu hanyalah tatapan kosong, aku tak pernah mendapatkan feel itu padamu. Bahkan, aku dapat lebih merasakan feel itu pada lelaki-lelaki lain. Ya, bermesraan dibelakangmu, tanpa kau tau itu. 

Awalnya berjalan biasa-biasa saja. Tetapi lama-kelamaan aku merasa risih dengan keadaan ini, risih dengan kelakuan bodohmu, risih dengan cara tololmu menyampaikan rasa cintamu padaku. Aku tak suka dengan cara penyampaian cintamu padaku, itu begitu konyol, tolol, dan bodoh.

Sampai kapan aku melakukan kebohongan ini? Sampai kau menyadari semuanya dan lalu kau membenciku? Kenapa aku tak bisa mencintaimu walau aku tau kau telah banyak berkorban padaku? Ya, pertanyaan-pertanyaan itu terus memenuhi isi otakku. Hmm.... Mungkin dengan seiring berjalannya waktu, aku bisa memunculkan namamu yang samar-samar di dalam hatiku, ya, mungkin...

Setahun sudah hubungan ini berjalan, tetapi tetap saja tidak ada perubahan dalam hatiku. Sudah kucoba hatiku untuk menerimamu, tetapi, tetap saja hasilnya nihil. Bahkan, sampai akhirnya kau mengetahui semuanya. Kau tau kalau tak sedikit dirimu berada dihatiku. Aku melihat kekecewaan dari binar matamu. Tapi aku? Sejujurnya, hanya tertawa diatas kesedihan dan kekecewaanmu. Mungkin, inilah jalan yang bisa membuat hubunganku denganmu usai. Esok, kutunggu kabar darimu, kabar kalau kau mau menghentikan hubungan ini. Tak ada kabar apapun darimu. Lusa, juga tetap tidak ada kabar apapun itu. Hubunganku tidak jelas, putus, ataukah masih berjalan.

Seminggu kemudian, aku mendapatkan kabar itu. Tetapi bukan kabar itu yang kumau. Selama ini, kutunggu kabar kau untuk memutuskan hubungan ini hanyalah sia-sia. Entah terbuat dari apa hatimu, hingga kau tetap bisa cepat memaafkanku dan ingin tetap melanjutkan hubungan ini. Entah apa yang kau lakulan hingga kau bisa (sangat) cepat pulih dari keterpurukanmu, dalam waktu (hanya) dua minggu. Mungkinkah rasa cintamu telah menutupi rasa bencimu? Awalnya kumengira kau bisa cepat pulih karena kau telah menemukan penggantiku yang bisa mencintaimu setulus hati, ternyata aku salah. Kau tak ada henti-hentinya menunjukan rasa cintamu padaku. 

Sampai akhirnya aku menyerah, aku tak tega melihatmu terus-menerus kusakiti. Kata putus yang kulontarkan dengan mudahnya tanpa tangis, bahkan penuh tawa. Ya! Tuhan memang Maha Adil, tak selamanya itu tawa menjadi tawa, tetapi tawa itu bisa menjadi penyesalan. Mungkin inikah yang namanya hukum sebab-akibat. Selang beberapa hari, memang semua berjalan normal, tetapi aku merasa ada sesosok yang hilang dari hidupku; kamu yang hutinggalkan dengan sengaja dan kejamnya. Pesan singkatmu, candamu, tawamu, dan kata-kata cintamu yang dulu kuanggap hanyalah sampah bagiku, tak ada lagi mengisi hari-hariku. Tak ada lagi kau, yang diam-diam membelai rambutku untuk mencari sedikit perhatian dariku, ketika aku mengabaikan obrolanmu dengan cara berpura-pura menyibukan diri dengan handphone-ku. Aku merasa hampa tanpa sosok kau dalam hari-harimu. Aku merasa benar-benar kehilangan. Kini aku percaya dengan teori, kita akan mencintai seseorang itu ketika kita telah kehilangannya. 

Aku menang tak lagi bersamamu. Dan aku telah bersamanya, lelaki yang mudah saja kudapatkan. Tapi dia tak sebodoh kau, tak setolol kau, tak sekonyol kau. Dia benar-benar tak mampu untuk menggantikan kau. Dia hanya mampu menggantikan statusku, single menjadi releationship. Dia benar-benar tak mampu menggantikan sosokmu yang (tanpa kusadari) telah mengisi hatiku.

Meskipun aku telah bersamanya, dan kau telah menemukan seseorang yang baru, tetap saja hatiku tetap memilihmu. Semakin aku mencoba menghapus sosokmu dihatiku, malahan semakin nyata juga sosokmu dihatiku. Aku benar-benar menyadari kalau rasa cintaku itu datangnya (sangatlah) terlambat. Saat kumelihat kau menggandeng erat tangannya, seakan itu menandakan kau benar-benar takan melepasnya dan kau benar-benar mencintainya, ya, saat itu aku merasakan seolah-olah ada gladiator yang datang tiba-tiba dihadapanku yang memerintahkan seekor banteng yang dibawanya untuk menyerudukku. Kejadian itu memaksaku untuk mengenang masa lalu, ketika kau menggenggam erat tanganku. 

Yang aku bisa lakukan sekarang hanyalah, MENYESAL! Aku benar-benar menyesal meninggalkanmu. Membiarkan kau rela banyak berkorban hanya untukku, membiarkan rasa sakit yang kau rasakan tanpa memperdulikan bagaimana rasa sakit itu. Aku sekarang tersadar, aku yang BODOH telah menyia-nyiakan kasih tulusmu untukku. Aku seorang yang kejam yang telah dengan sengaja melontarkan kata putus.  Tak ada lagi yang bisa kulakukan kecuali menangis diam-diam ketika melihat-liat barang-barang pemberianmu (dulu). Kan kusimpan dengan rapi semua kenangan bersamamu. Hubungan kita memang telah usai, tetapi kenanganmu (mungkin) belum benar-benar usai. 

Tuesday, 9 July 2013

Holidayyyy is cominggg!

Libur tlah tiba... Libur tlah tiba... Hore! Hore! Hore! Horeee! #backsoundTasya judulnya itu........ Oke. Gue lupa apa judulnya-_-v Kamu apa kabar? Sehat kan? #eh
Duhh kebiasaan typo nih.. Mau nanya gimana hasil rapotnya, malah kepleset nanya kabar kamu~ Syalala~

Well, kemarin kan abis pembagian rapot kenaikan kelas tuh, itu tandanya kita akan....... HOLIDAYYY!!! Ya beginilah ekspresi murid SMA yang stress sama dunia SMA-_- Gue akuin, dunia SMA itu jauh lebih keras daripada watak kamu #ehmalahcurhat. Aku tau kok kamu juga stress sama dunia SMA sama kayak aku #ehapeng :|

Bay the way any way busway~ Udah pada ngerencanain jadwal liburannya beluumm?? Hm buat yang punya pacar, pasti ngabisin waktu liburannya sama doinya deh~ Oiya gue punya beberapa rekomendasi tempat yang cocok buat ngabisin liburan sama pacar tercinta lo~ Chect it out!
Sunset at Pantai Kuta Bali
Romantis. Cewek-cewek tuh biasanya suka sama tempat-tempat yang romantis, contohnya pantai. Lu ajak deh tuh doi ke pantai. Cuma buat sekedar ngeliat sunset atau sunrise aja, doi pasti udah senengnya udah gak karuan deh~ Lanjuuttt broo!


Yang kayak gini nih juga romantis~ Duduk berduan di pinggir danau! Hm yang danaunya indah tapi ya bukan yang airnya butek kek pacar kamu yang sekarang #ehh #Syalala~ Tapi kalo di Jakarta emang rada susah sih tempat kayak gitu. Nah buat para gentleman, ini saatnya buat lo nunjukin ke doi kalo lo itu cowok yang romantis! Lo ajak pacar lo ke luar kota, ketempat-tempat yang romantis. Sebelumnya jangan lupa minta izin sama orang tunya si doi guys, biar lebih terlihat gentleman bro! Oiya kalo bisa luar kotanya jangan terlalu jauh, yaa gak mungkin kan lo sampe nyewa penginapan segala? Ntar aja juga malahan timbul something lagi~ Hm lanjut aja ye? Yukmaree~

Yaa buat yang gak mau ribet mikir tempat-tempat wisata yang romantis. Cukup lo ajak doi lo ke bioskop. Lo cari film yang romantis, kalo bisa film barat. Biasanya orang-orang barat jago banget bikin yang namanya film-film romantis.

Oiya buat yang doi-nya yang kurang suka jalan-jalan, cukup lo kasih surprise aja. Nih barang-barang yang biasa di kasih ke cewek~ 
 

Oiya buat lo para cowok yang jago main gitar dan bisa nyanyi juga, nah, lo pergunain tuh kemampuan lo. Lo bawain lagu yang romantis. Oiya biar moment itu engga akan pernah di lupain sama doi, lo bawain lagunya yang terkenal tapi engga pasaran. kalo bisa lo bawain lagunya, lagu Barat aja, biar lebih romantis. 

Hmm kayaknya udah cukup sampai disini aja deh guys~ Yaa semoga tulisan gue ini bermanfaat buat para gentleman-gentleman yang lagi bingung mau ngisi liburan sama si doi-nya hihi... Sampai bertemu di post-an gue yang berikutnya~ Happy nice holidayyy!!! #papoy

Monday, 24 June 2013

Let bygones be bygones

Eh Jonatan! Hmm... Itu panggilan baru buat para JOmblo NetAp di manTAN muehehehe.. Buat lo lo lo pada, pasti ada lah ya yang memilih buat jomblo karena hatinya masih stuck di MANTAN #jengjeng... Kenapa sih pada milih jomblo? Sedangkan MANTAN lo aja ya sekarang mungkin udah bahagia sama yang baru~ #ups #kaboorrr

Sekarang gini ajalah guys... Pernah nyambungin benang yang putus? Apakah menurut lo, benang yang udah (pernah) putus terus lu sambungin lagi itu bakal sekuat awal? Pasti engga tahan lamakan ya? Nah! Itu sama aja kayak yang namanya balikan sama MANTAN. Coba deh buat lo lo pada yang udah terlanjur balikan sama MANTAN-nya, lo pikir-pikir lagi, apakah hubungan lo yang sekarang ini sama nyamannya kayak sebelum lo pernah putus sama dia? Hmm.. Kayaknya engga deh ya #pengalaman:| 

Lagipula emang cowok didunia ini cuma dia? Buat MANTAN-nya yang ganteng, kece badai topan puting beliung, engga cuma doi aja breh yang kayak gitu. Masih banyak cowok yang lebih lebih lebih ganteng, kece badai topan puting beliung dari doi~ Ini diaaa!!! Cowok paling ganteng sejagat raya langit diangkasa... *lohkokjadinyanyi-_- 
 
Harry Styles, member 1D, fix udah gue booking jadi jodoh gue! *ehngarep:|

Buat MANTAN-nya yang ada muka-muka orang Arabnya #ehngerasa:| , ada kok juga kok stocknya *lokiradoidagangan-_-  Langsung aja nih yee~ Ini diaaaaa!!! Senyumnya itu lohh.. Beuhhh!! :3 *klepeklepek*
Doi namanya Zayn Malik brehh.. Yaa bisa dipanggil, Bang Malik #loh. Doi juga member 1D. 
Dia ini simpenan gue #ehapeng:|

Nah sekarang udah terbuktikan ya. Bahwa cowok di dunia ini engga cuma MANTAN lo~ Jangan cuma gegara ditinggal sama doi, lo jadi murung, putus asa gitu deh, terus sampe ngelakuin hal yang gila!! GILA BREH GILA!! #sengaja diulang biar greget Ya kayak nyilet-nyilet tangan lu sendiri gitu, ngukir nama doi gitu di tangan lo. (Umm.. Siapa ya yang pernah ngelakuin kayak gitu? Syududu~:| ) Menurut gue, ngelakuin hal kayak gitu tuh gaada gunanya. Belum tentu doi lo itu masih peduli sama lo #jleb. Mestinya kulit seorang gadis tuh dijaga, biar masih ada cowok lain tuh tertarik sama kita. Mending deh kalo bekas lukanya itu bisa hilang, lah kalo engga bisa hilang, gimana? Cowok lain yang ngeliat malah jadi berpikiran "Nanti kalo dia pacaran sama gue tapi yang ditangannya malah ada ukiran nama mantannya...." Dan apa lo mau, seumur hidup lo bakalan jomblo terus cuma gegara "ukiran nama doi" di tangan lo itu? Idih.. Jangan sampe deh ya-_- 

Yaudahlahya... Intinya jadi orang tuh harus Go Move on!! Positive thinking ajalah... Cewek tuh engga boleh mengeluarkan air matanya cuma gegara seorang "LELAKI" *hazekk. Tapi... Kalo cowok mengeluarkan air matanya karena seorang perempuan yang dia cintai *tsahh* itu boleh-boleh aja kok~ muehehehe... Oiya inget! Jodoh yang ngatur itu Tuhan. Jadi, yaa engga usah repot-repot deh lo nyari pontang-panting kesana-kemari buat nyari jodoh lo. Kalo kata orang-orang tuh "Kalo jodoh mah, engga bakal kemana" #tapimanaa :" 
Mulai sekarang, buat lo lo lo pada yang terkadang di bully atau dipanggil Jonatan sama temen sepermainannya tuh jangan mau. (tapi kalo yang namanya beneran Jonatan gimana yak?._.a). Lo harus bisa membela diri lo seperti membela bangsa ini!!! Merdeka!!! #lohkenapajadinyambungkesini-_-  Yaa pokoknya jangan maulah lo dikata-katain "Jomblo karena netap di MANTAN". Nanti mantan lo malah kesenengan lagi-_- 

Yang lebih penting, lo harus terlihat udah bisa move on didepan MANTAN lo! Biar lo engga diremehin sama doi. Lo harus bisa buktiin, kalo lo emang strong tanpa dia #tsahh. Dan kalo bisa, lo bikin MANTAN lo itu menyesal karena udah ninggalin lo~ 
Salam GGMO! (bukan GGMU ye.-.) Go Go MoveOn! (งˆ▽ˆ)ง

Thursday, 20 June 2013

Mèmoire

Je t'aime hier et d'aujourd'hui. Mais désolé, je ne peux pas vous promettre que je t'aimerai demain et ainsi de suite. Mais je vais essayer suppliant Dieu que s'il vous plaît prendre soin de votre coeur juste pour moi et mon cœur pour vous.

Saturday, 15 June 2013

Setangkai Mawar dari Sahabat

Bandung, kota dimana aku bertemu denganmu. Seseorang yang menurutku ialah orang terpenting setelah keluargaku.  Aku datang lagi ke kota ini karena untuk menuntut ilmu. Aku diterima di salah satu universitas negeri di Bandung. Sejujurnya aku tak rela jika aku harus menuntut ilmu di kota yang bakalan membuat aku mengingat semua kenanganku bersama seseorang, Rico.

"Je t'aime!" ucapnya. Aku menatap dirinya bingung. Lalu ia langsung berbisik, mengatakan, "Aku mencintaimu!". Ia bilang itu adalah bahasa Perancis. Ia menatapku serius sambil mengeluarkan kamus elektroniknya. Ia menunjukan sesuatu yang bertuliskan di kamus elektroniknya, Je t'aime = Aku mencintaimu. Dan kata itu pun juga sering kali ia ucapkan ketika aku dan Rico sudah menjalin hubungan. Aku selalu bahagia ketika dia mengucap kalimat itu walaupun sudah ratusan kali. Tetap saja, menggetarkan.

Kami bertemu di sebuah pertemuan semacam pertukaran murid SMA antarwilayah.Dan semuanya terjadi begitu saja. Aku mencintainya. Dia mencintaiku, atau, paling tidak itu yang kutahu. Kurasa itu sudah cukup untuk membuat hidup kami bahagia Ternyata tidak. Ada banyak peran yang harus kami jalani untuk (berpura-pura) bahagia. Seperti kisah percintaan biasanya. Terlalu lama menjalin hubungan, timbul rasa jenuh. Entah apa yang sudah membuat Rico jenuh denganku.
Awal rusaknya hubunganku dengannya, semakin lama sikap Rico berubah 180 derajat. Rico tak seperti yang dulu kukenal. Seorang Rico yang dulu sangat perhatian denganku. Sampai akhirnya Ricolah yang mengakhiri hubungan kami. Ya, inilah yang aku takutkan. Aku memohon satu permintaan terakhir padanya, aku dan Rico tetap bisa berteman baik dan tolong jangan lupakan aku. Hanya itu. Rico hanya membalas dengan senyuman. Entah itu pertanda ia akan mengabulkan keinginanku atau hanya sekedar symbol.

Hari demi hari kujalani terasa sangat berat tanpa dirinya yang biasanya mengisi hari-hariku. Dua tahun bukan waktu yang cukup untuk melupakan segala kebaikannya. “Love is short, forgetting is long” kalimat tersebut benar nyatanya. Dan, entah hingga berapa lama lagi aku bisa melupakan semuanya. Sejujurnya aku masih berharap Rico bisa balik ke kehidupanku lagi. Entahlah. “Impossible”.

Satu tahun berlalu, tepat hari ini, ketika aku sudah mulai berhasil melupakan (beberapa) kenanganku bersama Rico dan sudah berniat akan mencari penggantinya, ternyata niatku tak semulus yang kukira. Aku bertemu dengannya lagi di tempat aku akan menuntut ilmu. Aku dengannya sekarang kini kuliah ditempat yang sama dan juga satu jurusan, bahkan satu fakultas, bioteknologi. Aku merasa kalau ini mimpi. Tetapi tidak. Berulang kali aku menyubit tanganku sendiri dan itu sakit.

Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dari belakang dan berkata, “Hai Nath! Lama kita tak berjumpa.”. Aku reflek menengok kearah sumber suara tadi. Oke. Benar sudah dugaanku. “Hai Ric! Apa kabar? Ciee…yang keterima di universitas impian..” Jawabku. Kami berdua sebenernya dulu memang sama-sama mengimpikan universitas ini. Dikelas, aku duduk tepat di samping kanan Rico. Awalnya ini sebuah ketidaksengajaan, tetapi lama kelamaan mahasiswa/I yang berada diruangan itu sudah terbiasa dengan lokasi tempat duduk seperti ini. Dan percaya atau tidak, Rico memilihku untuk menjadi rekan kerjanya untuk mengerjakan tugas-tugas penelitian.

Hari ini Rico memintaku untuk menemaninya ke perpustakaan kampus. “Kamu sedang mencari buku apa sih?” tanyaku penasaran. “K-e, ke. P-o, po. Kepo…” ledeknya sambil tertawa kecil. “Serius nih. Biar aku bantuin nyari. Yaa kalo gamau dibantuin juga gapapa sih..” Jawabku. “Yee gitu doang ngambek. Boleh deh. Aku lagi nyari buku seputar dunia hewan untuk bahan refrensi penelitia nanti.” Jawabnya sambil mengusap rambutku. Sambil mencari buku itu kami bercanda-canda, tapi kami tetap mengingat etika jika sedang berada di perpustakaan. “Ric, ini bukan buku yang kamu cari?” kataku sambil menunjukan sebuah buku berjudul “Penelitian hewan”. “Nah ini dia buku yang kucari!” Jawabnya sambil memetik jari, lalu langsung menarikku ke tempat penjaga perpustakaan ini untuk mencatat jadwal peminjaman buku.

Aku dan Rico berjalan di sekitar koridor kampus. Ngobrol, bercanda, dan ketawa-kawa, itu lah yang kami lakukan sepanjang jalan. “Nath, kamu belum makan siangkan? Makan yuk?! Aku traktir deh, mumpung baru dapet kiriman uang bulanan nih hehe..” ajaknya. “Hmm boleh deh, sekali-kali diteraktir..” candaku. “Mau makan dimana?” lanjutku. “Belakang kampus ada restoran baru buka. Mau coba?” katanya menawarkan padaku. “Yaa itu sih terserah kamu aja, Ric, kan kamu yang bayarin hehe” jawabku. Kami langsung menuju ke parkiran motor. Rico yang mengenakan jaket kulitnya, dengan gagahnya menyalakan motor gedenya. Rico pernah bilang, cowok terlihat lebih macho kalau memakai motor gede. Ya, yang dia katakan memang ada benarnya.

Lama kelamaan aku dan Rico sering makan bersama. Setiap hari Rico menjemputku di tempat kos-kossanku. dan mengantarkan aku pulang sampai ke kos-kossanku.Dan sampai akhirnya aku nyaman dengan keadaan ini. Aku merasa balik ke masa laluku, ketika masih menjalin hubungan baik dengannya. Entahlah. Mungkin ini yang namanya cinta lama bersemi kembali. Entah, tapi aku tak yakin kalau Rico juga mengalami hal yang sama denganku. Itu sangat tidak mungkin. Mungkin hanya aku saja yang kegeeran.

Semakin hari, aku semakin nyaman bersamanya. Sekarang aku hanya bisa berharap kalau Rico akan mengajakku menjalin hubungan dengannnya lagi yang dulu pernah ia akhiri. Tapi… Ya, lagi-lagi aku berfikir itu hal yang sangat mustahil. Aku bodoh mengharapkan orang yang telah mengakhiri hubungannnya sendiri. Sudah jelas-jelas dia memang bosan berpacaran denganku. Sudah tak ada harapan lagi kalau ia akan menyediakan tempat untukku dihatinya. Mungkin sedikit saja celah juga tak akan ada. Aku penasaran, apakah sudah ada wanita yang berhasil mendapatkan hatinya Rico. Aku ingin tahu langsung dari mulunya. Tapi tidak mungkin aku menanyakan langsung dengan tiba-tiba. Bagiku, hanya wanita yang tak punya malu bakalan menanyakan langsung isi hati lelaki yang ia cinta.

Aku kaget waktu Rico mengajakku jalan-jalan nanti malam. Baru kali ini Rico mengajakku jalan-jalan pada Sabtu malam. Entah kenapa, kali ini aku ingin sekali terlihat special di matanya. Aku menghias diriku secantik mungkin. Aku berharap, ini bukanlah jalan-jalan yang seperti biasanya.

Handphoneku berdering. Bertuliskan “1 message”, yang isinya “Nath, aku sudah di depan gerbang kosanmu.” Aku langsung membalasnya, “Oke. Tunggu sebentar ya, Ric.” Sesegera mungkin aku keluar dan mengunci pintu kamar. Kuhampiri dirinya. Kulihat Rico, kini ia terlihat berbeda dari yang biasanya. Lebih terlihat tampan, macho, cool, kalau dalam menu makanan, bisa dibilang “paket komplit”.

Rico membawaku kesebuah restoran yang menurutku cukup romantic, ia ternyata sudah memesan meja untuk kita berdua terlebih dulu. Diatas meja kulihat ada dua lilin romantic yang menyala dan seikat bunga mawar merah yang segar. Dalam hatiku, aku bertanya-tanya, mengapa ada seikat bunga mawar dan untuk apa bunga itu.

“Je t'aime! Masih ingat kata-kata itu kan, Nath?” ucapnya sambil memegang tanganku. “Hm masih. Kenapa?” jawabku. “Aku menyesal, Nath, sudah membiarkanmu pergi. Aku masih mencintaimu, Nath! Aku tau, mungkin aku memang sudah tidak ada apa-apanya dimatamu. Tapi aku sungguh masih mencintaimu, Nath!” katanya, berusaha meyakinkanku. "Lalu?" jawabku kaget. "Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Nath! Dulu sekali, ketika dirimu masih mengisi dikehidupanku." katanya, memohon padaku. Entahlah. Entah mengapa tiba-tiba aku merasa, Rico denganku lebih cocok sebagai sahabat. Aku masih teringat alasan mengapa waktu itu aku dengannya putus. Hanya persoalan sepele, bosan. Aku takut kejadian itu terulang kembali. Dan aku juga teringat dengan teori, menjadi sahabat lebih abadi daripada menjalin hubungan." Ada yang namanya "mantan pacar" tetapi tidak ada yang namanya "mantan sahabat". Ya, aku menutuskan, aku dengan Rico hanyalah sebatas sahabat. "Maaf, Ric. Kurasa kita lebih cocok sebagai sahabat. Ya, aku lebih nyaman status kita sabahat dibanding...." tiba-tiba aku menghentikan omonganku. Aku merasa omonganku selanjutnya itu terlalu sadis. "Kok tiba-tiba berhenti?" Selanya. "Dibanding pacaran denganku, maksudmu?" lanjutnya. "Hm... Maafkan aku, Ric. Tapi sejujurnya memang itu yang kurasakan. Maaf kalau aku sudah membuatmu kecewa." belaku. "Yasudahlah. Tidak apa-apa, Nath. Mau diapain lagi kalau memang itu maumu?! Lagipula hubungan yang dipaksakan tidak akan berjalan mulus." jawabnya sambil tersenyum padaku. "Tapi kamu masih maukan menjadi sahabatku?". Melihat senyumnya, aku merasa lega. "Ya! Kenapa engga? Lagipula memang itu mauku, Ric" jawabku. Lalu Rico memberi bunga mawar merah segar padaku. "Loh kok?" tanyaku heran. "Kenapa? Aneh ya? Anggap aja ini bunga sebagai tanda persahabatan kita. Semoga saja persahabatan kita abadi. Aamiin" katanya, menjelaskan. "Ohbegitu. Ya, semoga saja deh. Aamiin." jawabku.